Jenis Pinjaman Online

Pinjaman online yang sedang digandrungi oleh masyarakat untuk mendapatkan dana segar terdiri dari beberapa jenis. Jenis pinjaman online tersebut bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing nasabah. Pinjaman online memang menjadi pilihan masyarakat yang membutuhkan uang segera tanpa proses yang rumit dan lama.

Meskipun juga tidak bisa dipungkiri bahwa pinjaman online membawa anomali di tengah masyarakat dengan banyaknya kasus penipuan yang terjadi. Karena itulah sebelum memutuskan untuk meminjam uang di pinjaman online banyak hal yang harus dipahami. Kurangnya pemahaman akan membuat nasabah menjadi terkena jeratan mematikan pinjaman online.

Jenis Pinjaman Online yang Ada di Indonesia

Salah satu hal yang sebaiknya diketahui sebelum nasabah mengambil pinjaman online adalah apa saja jenis yang ada. Dari jenis inilah nantinya nasabah atau peminjam mengetahui mana yang paling sesuai dengan kebutuhannya.

1. Pinjaman Dana Online Tanpa Agunan atau KTA

Orang cenderung memilih meminjam uang di fintech pinjaman online dibandingkan di bank konvensional mayoritas karena tidak memiliki agunan. Kalau kondisi seperti ini yang Anda alami memang sebaiknya mengambil yang jenis KTA. Kredit Tanpa Agunan atau KTA umumnya menjadi produk andalan dari hampir semua fintech pinjol.

Kebanyakan pinjol menawarkan KTA dengan nominal pinjaman paling banyak Rp. 8 juta. Pinjaman tersebut memiliki waktu pelunasan antara 3 hingga 12 bulan. Sedangkan untuk jenis pinjaman online KTA biasanya mematok bunga cukup tinggi yaitu sekitar 0,5% sampai dengan 3% per harinya. Biaya denda keterlambatannya berada di kisaran angka Rp. 150 ribu setiap bulan.

Pada pinjaman online KTA ini nasabah tidak membutuhkan jaminan apapun untuk mendapatkan dana. Proses pencairannya juga tidak memerlukan waktu lama bisa hanya beberapa menit saja. Tentu saja pinjaman online KTA ini legal selama fintech sudah terdaftar di OJK.

Syaratnya juga cukup mudah kadang hanya butuh KTP saja. Namun dibalik kemudahan KTA nasabah harus paham bahwa bunganya cukup tinggi. Apalagi tenor pelunasan pinjaman juga cukup singkat artinya cicilannya juga besar. Namun begitu pinjaman online jenis KTA merupakan solusi terbaik bagi mereka yang memerlukan dana segera.

2. Pinjaman Dana Online dengan Agunan atau Kredit Multiguna

Kalau kebutuhan dana Anda cukup besar maka jenis pinjaman online yang tepat kemungkinan adalah kredit multiguna. Seperti namanya multiguna, dana pinjaman ini bisa dipakai untuk berbagai keperluan mulai dari biaya sekolah hingga renovasi rumah. Platform pinjaman juga jauh lebih besar daripada KTA bahkan hingga jutaan dan miliaran rupiah.

Karena nilai pinjamannya besar maka pihak kreditur tentu saja membutuhkan jaminan atau agunan dari debitur. Meskipun ada juga jenis kredit multiguna yang tidak mengharuskan adanya agunan namun tenornya pendek hanya 12 bulan saja. Beberapa fintech pinjol ternama menawarkan kredit multiguna tanpa agunan dengan nilai ratusan juta dan tenor maksimal 12 bulan.

3. Pinjaman Dana Tunai Syariah

Meminjam uang dengan bunga bagi sebagian kalangan terutama umat muslim dianggap tidak sesuai dengan syariat. Oleh sebab itu fintech pinjaman online juga menawarkan pinjaman online yang sifatnya syariah. Mirip dengan pinjaman syariah yang diadakan serta dikelola bank konvensional, pinjol jenis ini juga memakai sistem bagi hasil.

Tujuan dari jenis pinjaman online syariah memang untuk menghindarkan peminjam dari riba. Fintech pinjol akan memeriksa dan menganalisis kelayakan calon debitur serta mendiskusikan cara serta kesanggupannya membayar. Biasanya bagi hasil atau imbal balik dari debitur kepada kreditur sebesar 1% untuk peminjam perorangan dan 20% untuk pengusaha.

4. Pinjaman Tunai untuk Usaha

Pinjaman online juga menyediakan dana untuk mereka pengusaha mikro kecil yang kekurangan modal. Agar bisa mendapatkan pinjaman online jenis ini pengusaha harus menyertakan izin usaha atau SIUP sebagai bukti. Untuk pengusaha kecil dan mikro umumnya pinjaman yang diberikan maksimal Rp. 10 juta. Sedangkan jenis usaha yang lebih besar bisa lebih tinggi platformnya.

5. Pinjaman Online OJK dengan KTP

Bisa dikatakan pinjaman online yang satu ini tidak jauh berbeda dengan KTA atau Kredit Tanpa Agunan. Syarat yang harus dipenuhi nasabah untuk mendapatkan pinjaman hanyalah KTP saja. Besarnya pinjaman hanya maksimal Rp. 10 juta dan sebaiknya digunakan ketika sangat terdesak saja.

Karakteristik Fintech Pinjaman Online

Terlepas dari beberapa jenis pinjaman online yang ada dan ditawarkan oleh fintech online, perhatikan juga bagaimana karakteristiknya. Tujuannya agar tidak salah memilih jenis pinjaman online yang abal-abal.

1. Memakai Aplikasi

Pastikan bahwa jenis pinjaman online yang akan Anda pilih memakai aplikasi bukan hanya website saja. Apapun nama fintech pinjaman online dipastikan menggunakan aplikasi sebagai media pertemuan antara pemberi pinjaman (kreditur) dengan peminjam (debitur). Aplikasi tersebut terdapat dan bisa diunduh lewat Google Playstore di ponsel Anda.

2. Sumber Dana Berasal dari Investor

Apapun jenis pinjaman online umumnya modal mereka didapatkan dari beberapa pihak yang berinvestasi di dalamnya. Hampir bisa dipastikan tidak ada pinjaman online yang dimiliki dan dimodali oleh 1 orang saja. Bahkan belakangan ini banyak fintech pinjol yang membuka investasi dari luar negeri.

3. Limit dan Tenor Pinjaman Relatif Rendah

Tidak seperti pinjaman yang dikelola oleh bank konvensional, pinjaman online hanya menyediakan limit dan tenor yang rendah. Hal tersebut untuk meminimalisir adanya kasus gagal bayar dari debitur yang sering terjadi. Pinjaman online kebanyakan hanya meminjamkan dana sebesar tidak lebih dari Rp. 10 juta dengan tenor antara 90 hari hingga 12 bulan saja.

Jenis pinjaman online yang disediakan untuk masyarakat memang bertujuan agar calon debitur memiliki beberapa pilihan yang disesuaikan dengan kebutuhannya. Informasi lainnya tentang pinjaman online bisa Anda dapatkan di https://www.cekaja.com/pinjaman-online. Semoga bermanfaat!